
Konfigurasi pin

| Tandai | Dimensi (mm) | |||||||||||||||||||||||
| Min | Jenis | Max. | ||||||||||||||||||||||
| A | 0.70 | 0.75 | 0.80 | |||||||||||||||||||||
| A1 | 0 | 0.02 | 0.05 | |||||||||||||||||||||
| b | 0.20 | 0.25 | 0.30 | |||||||||||||||||||||
| c | 0,20 (REF) | |||||||||||||||||||||||
| P | 2.90 | 3.00 | 3.10 | |||||||||||||||||||||
| D2 | 1.30 | 1.40 | 1.50 | |||||||||||||||||||||
| e | 0,50 (BSC) | |||||||||||||||||||||||
| E | 2.90 | 3.00 | 3.10 | |||||||||||||||||||||
| E2 | 1.30 | 1.40 | 1.50 | |||||||||||||||||||||
| Nd | 1,50 (BSC) | |||||||||||||||||||||||
| Ne | 1,50 (BSC) | |||||||||||||||||||||||
| L | 0.20 | 0.25 | 0.30 | |||||||||||||||||||||
| h | 0.20 | 0.25 | 0.30 | |||||||||||||||||||||
| k | 0,55 (REF) | |||||||||||||||||||||||
Struktur Tampilan

Studi Kasus: Pengukuran Kualitas Daya Menggunakan CM2273


Tujuan:
Menggunakan ADC CM2273 untuk pemantauan kualitas daya dengan mengukur parameter seperti tegangan, arus, dan frekuensi. ADC akan membantu mengonversi sinyal analog dari sensor sistem daya menjadi data digital untuk analisis dan pemantauan.
1. Komponen Sistem:
CM2273: ADC SAR 16-bit dengan kemampuan pengambilan sampel kecepatan tinggi, digunakan untuk mendigitalkan sinyal analog dari sensor kualitas daya.
Sensor Tegangan: Mengukur bentuk gelombang tegangan dari sistem daya (misalnya, dari jaringan listrik).
Sensor Arus: Mengukur bentuk gelombang arus yang melewati sistem daya.
Analyzer/Pengendali Daya: Mikrokontroler atau prosesor sinyal digital (DSP) yang mengumpulkan data dari CM2273, memproses pengukuran, dan menghitung parameter kualitas daya utama (misalnya, tegangan, arus, faktor daya).
Perangkat Lunak: Perangkat lunak pemantauan kualitas daya yang memproses data yang dikumpulkan, melakukan analisis secara waktu nyata, dan memberikan laporan mengenai kualitas daya.
2. Parameter Kualitas Daya yang Harus Diukur:
Tegangan: Pengukuran tegangan RMS untuk memastikan bahwa nilainya tetap berada dalam kisaran yang dibutuhkan.
Arus: Pengukuran arus RMS untuk mengevaluasi beban dan menentukan ketidakseimbangan apapun.
Frekuensi: Pengukuran frekuensi suplai daya untuk memastikan nilainya tetap pada level nominal (50 Hz atau 60 Hz).
Harmonik: Pengukuran distorsi harmonik pada bentuk gelombang tegangan dan arus untuk mengevaluasi perilaku non-linear pada sistem daya.
Faktor Daya: Menghitung rasio daya nyata terhadap daya semu untuk mengevaluasi efisiensi sistem.
3. Konfigurasi Sistem dan Pengaturan Pengukuran:
3.1 Pengukuran Tegangan:
Gunakan sensor tegangan (misalnya, pembagi tegangan atau probe diferensial) untuk mengukur tegangan AC dari sistem daya.
Sinyal tegangan akan dimasukkan ke saluran input diferensial CM2273.
CM2273 akan mengambil sampel bentuk gelombang tegangan, mengubahnya menjadi sinyal digital untuk analisis lebih lanjut.
3.2 Pengukuran Arus:
Gunakan sensor arus (misalnya, sensor arus efek Hall atau transformator arus) untuk mengukur arus yang mengalir melalui sistem.
Mirip dengan pengukuran tegangan, sinyal arus dimasukkan ke dalam CM2273 untuk didigitalkan.
3.3 Pengukuran Frekuensi:
Frekuensi dapat diukur dengan menganalisis selang waktu antara perpotongan nol atau menggunakan penghitung frekuensi.
Sebagai alternatif, CM2273 dapat mengambil sampel bentuk gelombang tegangan, dan pengendali dapat menganalisis frekuensi dengan mendeteksi puncak pada sinyal.
4. Akuisisi Data dan Pemrosesan Sinyal:
CM2273 terus-menerus mengambil sampel bentuk gelombang tegangan dan arus pada laju pengambilan sampel yang telah ditentukan (biasanya 10 kSPS atau lebih tinggi, tergantung pada aplikasi ).
CM2273 mengeluarkan data digital ke mikrokontroler, yang kemudian memproses sinyal untuk menghitung parameter utama seperti:
Tegangan RMS: Akar kuadrat dari rata-rata nilai tegangan yang dikuadratkan.
Arus RMS: Akar kuadrat dari rata-rata nilai arus yang dikuadratkan.
Faktor Daya: Menggunakan perbedaan fasa antara bentuk gelombang tegangan dan arus.
Distorsi Harmonik: Melakukan Transformasi Fourier untuk menganalisis kandungan harmonik pada bentuk gelombang tegangan dan arus.
Frekuensi: Menentukan frekuensi dengan menganalisis siklus bentuk gelombang.
5. Analisis Kualitas Daya:
Mikrokontroler atau DSP akan menganalisis data yang diperoleh dan membandingkannya dengan standar kualitas daya (misalnya IEEE 519 untuk distorsi harmonik, IEC 61000 untuk kompatibilitas elektromagnetik).
Sistem dapat memicu alarm atau notifikasi jika parameter kualitas daya berada di luar batas yang dapat diterima.
6. Optimasi Kinerja:
Laju Pengambilan Sampel: Pastikan laju pengambilan sampel CM2273 cukup tinggi untuk secara akurat menangkap bentuk gelombang tegangan dan arus, terutama saat mengukur harmonik frekuensi tinggi.
Filter: Terapkan filter digital (low-pass, band-pass) dalam perangkat lunak untuk menghilangkan noise atau komponen frekuensi tinggi yang tidak diinginkan dari sinyal.
Kalibrasi**: Lakukan kalibrasi secara berkala terhadap sensor dan CM2273 untuk menjaga ketepatan pengukuran seiring waktu.
7. Desain Rangkaian Contoh:
Sensor Tegangan dan Arus ke CM2273: Hubungkan keluaran sensor tegangan dan arus ke saluran input diferensial CM2273.
CM2273 ke Kontroler**: Gunakan antarmuka SPI atau I2C untuk mengirimkan data digital dari CM2273 ke mikrokontroler atau DSP untuk diproses.
Mikrokontroler ke Perangkat Lunak Kualitas Daya: Data yang telah diproses dikirim ke perangkat lunak pemantauan kualitas daya yang berjalan pada PC atau tertanam
















