Gambaran Umum
CM1106 adalah ADC ΔΣ 16-bit presisi tinggi, konsumsi daya rendah, kompatibel SPI, yang dilengkapi referensi tegangan dengan drift rendah, osilator, dan penguat dengan penguatan yang dapat diprogram (PGA). Fitur-fitur ini membuat CM1106 cocok untuk sebagian besar aplikasi pengukuran sensor.
CM1106 dapat melakukan operasi konversi pada kecepatan 2kSPS. Rentang tegangan input yang dapat diprogram melalui PGA berkisar dari ±256mV hingga ±6,144V. Multiplexer (MUX) input menyediakan 4 input single-ended dan 2 input diferensial.
CM1106 dapat beroperasi dalam mode konversi tunggal atau mode konversi kontinu. Dalam mode konversi tunggal, perangkat secara otomatis memasuki mode hemat daya setelah menyelesaikan konversi, secara signifikan mengurangi konsumsi arus selama kondisi siaga. 
Fitur
Rentang catu daya lebar: 2,5V hingga 5V
Konsumsi arus rendah: 270μA (mode konversi kontinu)
Laju data yang dapat diprogram: 6,25SPS hingga 2kSPS
Referensi tegangan internal dengan drift rendah
Oscillator internal
Penguat gain internal yang dapat diprogram
Antarmuka SPI
Sensor suhu internal
4 input ujung-tunggal atau 2 input diferensial
Sesuai AEC-Q100
Aplikasi
Instrumen genggam
Pemantauan tegangan dan arus baterai
Pengukuran suhu
Termokopel (TC)
NTC, PTC (termistor)
Otomasi Pabrik dan Kontrol Proses
- Mode koneksi tipikal ditunjukkan pada gambar berikut.
Konfigurasi pin

Solusi Pengukuran Suhu Termokopel Berdasarkan CM1103 dan CM1106

01 Pengantar
Ketika dua penghantar logam yang berbeda terhubung, beda potensial dihasilkan pada sambungan ketika terdapat perbedaan suhu antara ujung-ujungnya. Dengan mengukur beda potensial dan suhu referensi pada sambungan, serta menggunakan parameter karakteristik termokopel, suhu aktual pada ujung pengukuran dapat ditentukan.
Termokopel bersifat murah, memiliki kisaran pengukuran suhu yang sangat baik, konstruksinya sederhana, serta mudah digunakan, sehingga menjadikannya banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Standar ITS-90 menetapkan 8 jenis termokopel umum beserta kisaran pengukuran suhunya.
Dari jenis-jenis tersebut, termokopel tipe K merupakan yang paling luas penggunaannya. Sebagai contoh, saat mengukur -270°C, tegangan keluaran termokopel adalah -6,458 mV, dan pada suhu maksimum pengukuran sebesar 1372°C, tegangan keluarannya adalah 54,886 mV. Tegangan keluaran berubah sebesar 40 μV untuk setiap perubahan suhu 1°C selama keseluruhan kisaran pengukuran.
Karena sinyal tegangan keluaran yang lemah dari termokopel, rangkaian pemrosesan dan akuisisi sinyal sering kali memerlukan presisi yang sangat tinggi. Selain itu, dalam lingkungan industri, kabel panjang antara termokopel TC dan papan akuisisi data sering kali menimbulkan gangguan noise mode-bersama yang signifikan, sehingga sistem akuisisi sinyal perlu mengekstrak dan memperkuat sinyal diferensial sekaligus meminimalkan dampak noise mode-bersama terhadap sinyal diferensial yang diukur.
02 Fitur Fungsional CM1103
Front-end analog ADC sigma-delta berukuran kecil, presisi tinggi, dan hemat daya
Umum digunakan untuk akuisisi sinyal dari sensor suhu, optik, cairan, gas, dan jenis sensor lainnya
Laju pengambilan sampel maksimum 2kSPS, pemindaian 4 saluran dapat diprogram
Penguat dengan penguatan yang dapat diprogram dan rentang masukan yang dapat dikonfigurasi secara fleksibel dari ±256mV hingga ±6,144V
Impedansi input tinggi lebih dari 1MΩ, memungkinkan koneksi langsung ADC ke berbagai sensor, menghilangkan kebutuhan akan kondisioning sensor tambahan dan rangkaian penggerak ADC
Akurasi pengambilan sampel bebas noise hingga 7,81μV, memungkinkan pengukuran tepat terhadap beda potensial lemah pada termokopel
Saluran diferensial dengan rasio penolakan modus bersama (CMRR) lebih dari 100dB, mengurangi dampak gangguan lapangan industri terhadap akuisisi sinyal

03 Gambaran Solusi
CM1103 menawarkan konfigurasi saluran yang fleksibel, dengan 4 port input yang mendukung hingga 2 sinyal diferensial atau 4 sinyal single-ended. Dalam aplikasi praktis, satu saluran diferensial dapat digunakan untuk menghubungkan sensor suhu termokopel, sementara saluran single-ended lainnya dapat digunakan untuk menghubungkan termistor NTC yang ditempatkan di dekat sambungan dingin. Setiap saluran TC dan NTC dapat dikonfigurasi dengan penguatan input dan laju pengambilan sampel sendiri, memberikan kemudahan yang besar.
CM1106 dikembangkan dari CM1103, dengan penambahan sensor suhu pada chip. Melalui antarmuka SPI, suhu sambungan (junction temperature) CM1106 dapat dibaca secara waktu nyata. Untuk aplikasi cold-junction yang berdekatan dengan ADC, CM1106 menghilangkan kebutuhan akan saluran pengukuran cold-junction tambahan, sehingga memungkinkan lebih banyak saluran pengukuran suhu.











